Sejarah

Sejarah inKUR

Dari kegelisahan kecil di sebuah lokakarya di Cipanas, hingga menjadi federasi koperasi sektor riil yang menaungi puluhan KSR di enam provinsi dan menjadi anggota International Co-operative Alliance.

← Kembali ke Beranda

Perjalanan inKUR adalah perjalanan panjang sebuah gerakan rakyat yang lahir dari kegelisahan sosial, dibangun melalui kaderisasi, diperjuangkan lewat pendidikan, dan dipelihara dengan semangat gotong royong.

Sumber: Suroto & Munaldus Narator: Munaldus Lokasi: Pontianak, 9 Mei 2026
2011Latar Belakang
Awal Mula

Kegelisahan Robby Tulus

Lahirnya Induk Koperasi Usaha Rakyat (inKUR) tidak dapat dilepaskan dari kegelisahan dan keprihatinan seorang tokoh bernama Robby Tulus. Ia melihat sebuah ironi besar di Indonesia: negeri yang kaya raya akan sumber daya, namun sebagian besar rakyatnya masih hidup dalam keterbatasan ekonomi. Pada saat yang sama, ia juga melihat adanya degradasi kepemimpinan di gerakan credit union.

Dari kegelisahan itulah lahir gagasan untuk membangun kader-kader sosial ekonomi strategis yang memiliki kesadaran ideologis, keberanian moral, dan visi perubahan sosial.

The birth of Induk Koperasi Usaha Rakyat (inKUR) cannot be separated from the unease and concern of a figure named Robby Tulus. He saw a great irony in Indonesia: a country rich in natural resources, yet most of its people still living under economic hardship. At the same time, he also saw a decline of leadership within the credit union movement.

From that unease emerged the idea of forming socio-economic strategic cadres who would carry ideological awareness, moral courage, and a vision for social change.

Mar 2011Kaderisasi
K3SI

Lokakarya Cipanas, 7 Hari yang Menanam Bibit

Pada bulan Maret 2011 diselenggarakan program Kolega Sosial Ekonomi Strategis Indonesia (K3SI) di Wisma Kompas, Cipanas, Bogor. Lokakarya selama tujuh hari tersebut dirancang untuk memahami Indonesia sebagai land of contrast: negara yang kaya, tetapi rakyatnya banyak yang masih miskin. Seluruh konsep dan gagasan dasar kegiatan itu lahir dari pemikiran Robby Tulus.

Program K3SI kemudian berkembang ke 18 provinsi dengan dukungan Yayasan Alberch Karim Arbi yang dipimpin oleh Ibu Daisy Taniredja. Dari proses kaderisasi inilah lahir banyak kader yang kemudian melanjutkan gerakan pendidikan sosial ekonomi di berbagai daerah.

In March 2011, the Kolega Sosial Ekonomi Strategis Indonesia (K3SI) program was held at Wisma Kompas in Cipanas, Bogor. The seven-day workshop was designed to understand Indonesia as a land of contrast: a rich country whose people remain largely poor. The entire concept came from Robby Tulus's thinking.

K3SI later expanded to 18 provinces with the support of Yayasan Alberch Karim Arbi led by Ibu Daisy Taniredja. This cadre process produced many leaders who would later carry the socio-economic education movement to various regions.

20-21 Mei2013 · Bandung
Tonggak

Bandung: AKSES dan Lahirnya Gerakan CU Mart

Momentum penting terjadi pada tanggal 20 Mei 2013 di Hotel Ibis Bandung. Para kader program K3SI berkumpul dalam sebuah rapat nasional. Pertemuan tersebut melahirkan Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), sebagai wadah kaderisasi dan konsolidasi gerakan sosial ekonomi strategis.

Sehari kemudian, pada 21 Mei 2013, lahirlah sebuah gerakan ekonomi rakyat bernama Gerakan CU Mart sebagai manifestasi pembangunan kelembagaan ekonomi masyarakat berbasis koperasi konsumen.

Tanggal 21 Mei 2013 inilah yang sampai sekarang menjadi tanggal kelahiran inKUR.

A key moment came on 20 May 2013 at the Ibis Hotel in Bandung. K3SI cadres gathered for a national meeting. That meeting gave birth to the Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), an association for cadre formation and consolidation of the socio-economic strategic movement.

A day later, on 21 May 2013, a people's economic movement called the CU Mart Movement was born, as a manifestation of building community economic institutions based on consumer cooperatives.

21 May 2013 has since been recognised as inKUR's founding date.
2013— 2016
IKKI

Federasi Pertama dan Tantangannya

Untuk menaungi koperasi-koperasi CU Mart yang mulai berdiri di berbagai daerah, dibentuklah federasi nasional bernama Induk Koperasi Konsumen Indonesia (IKKI) yang dipimpin oleh Frans Supriyanto dari Bali. Dalam masa kepemimpinannya, IKKI menyelenggarakan berbagai workshop pembangunan CU Mart di Bali, Jakarta, Lampung, Kupang, dan Pontianak.

Namun IKKI menghadapi tantangan. Koperasi anggota masih lemah dari sisi kapasitas organisasi dan belum ditopang oleh sistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan. Pola keanggotaan juga belum tertata secara administratif sehingga hingga tahun 2016 IKKI belum memiliki badan hukum resmi.

To house the CU Mart cooperatives that began appearing in various regions, a national federation called Induk Koperasi Konsumen Indonesia (IKKI) was formed, led by Frans Supriyanto from Bali. During his leadership, IKKI organized CU Mart development workshops in Bali, Jakarta, Lampung, Kupang, and Pontianak.

But IKKI faced challenges. Member cooperatives were still weak in organizational capacity and not yet backed by a strong, sustainable education system. Membership records were not administratively organized, so until 2016 IKKI still did not have official legal status.

2016Sintang
Transformasi

IKKI Bertransformasi Menjadi inKUR

Perubahan besar terjadi pada tahun 2016 dalam Rapat Anggota IKKI Tahun Buku 2015 yang diselenggarakan di Sintang. Dalam rapat tersebut terpilih Munaldus sebagai ketua baru untuk masa jabatan 2016 sampai 2020.

Pada momentum itu pula, atas usulan Robby Tulus, nama IKKI diubah menjadi Induk Koperasi Usaha Rakyat (inKUR). Perubahan nama ini dilakukan karena anggota federasi tidak hanya koperasi konsumen, tetapi juga koperasi produksi dan koperasi jasa.

A major shift happened in 2016 at the IKKI Annual Meeting for Fiscal Year 2015, held in Sintang. Munaldus was elected as the new chairman for the 2016 to 2020 term.

At the same moment, on Robby Tulus's proposal, the name IKKI was changed to Induk Koperasi Usaha Rakyat (inKUR). The name was changed because federation members were no longer limited to consumer cooperatives, but also included producer and service cooperatives.

2016— 2017
Pembenahan

Sekretariat Salemba dan Badan Hukum Resmi

Di bawah kepemimpinan Munaldus, inKUR melakukan pembenahan kelembagaan. Dibentuk sekretariat tetap di Jalan Salemba Tengah No. 39 AA/BB, Jakarta Pusat, tepat di depan kantor BPS Jakarta. Korintus menjadi pelaksana harian (diperbantukan dan dibiayai Keling Kumang Group), sementara Suroto dipercaya sebagai wakil ketua.

Suroto bertugas menjalankan workshop pendirian CU Mart di credit union anggota Puskhat. Workshop dua hari: hari pertama membahas koperasi sektor riil sebagai pemekaran (spin-off) credit union, istilah yang kemudian diubah menjadi spin-out oleh Robby Tulus saat pertemuan inKUR di Hotel Transera, Pontianak. Hari kedua: penandatanganan akta pendirian CU Mart.

Pada RAT Tahun Buku 2016 di Wisma INKOPDIT, Jakarta (2017), badan hukum inKUR resmi disahkan pemerintah dan diserahkan secara simbolik oleh Sekretaris Menteri.

Under Munaldus's leadership, inKUR began institutional reform. A permanent secretariat was set up at Jalan Salemba Tengah No. 39 AA/BB, Central Jakarta, opposite the BPS Jakarta office. Korintus served as day-to-day operator (seconded and funded by Keling Kumang Group), while Suroto was entrusted as vice-chairman.

Suroto ran CU Mart founding workshops at credit unions affiliated with Puskhat. Two-day workshops: day one discussed real-sector cooperatives as credit union spin-offs, a term later changed to spin-out by Robby Tulus at the inKUR meeting at Hotel Transera, Pontianak. Day two: signing the CU Mart founding deeds.

At the Annual Meeting for Fiscal Year 2016 at Wisma INKOPDIT, Jakarta (2017), inKUR's legal status was officially ratified and ceremonially delivered by the Secretary of the Minister.
Nov 2019Pontianak
Pindah Kantor

Kantor Pindah ke Pontianak, Lahirnya inKUR Mart

Sejak 2016 hingga 2019 kantor inKUR tetap di Salemba. Pada November 2019, Suroto diangkat menjadi CEO inKUR secara part-time dan volunter, sementara Korintus tetap menjalankan fungsi pelaksana harian. Pada tahun yang sama kantor inKUR dipindahkan ke Pontianak dan menempati ruangan kecil di lantai tiga kantor Puskhat.

Tahun 2019 juga menjadi awal berdirinya inKUR Mart, minimarket yang dirancang sebagai laboratorium pembelajaran manajemen retail koperasi. Korintus merangkap sebagai kepala toko. inKUR Mart beroperasi tiga tahun, kemudian ditutup karena kontrak tempat berakhir dan usaha mengalami kerugian.

From 2016 to 2019 the inKUR office remained at Salemba. In November 2019, Suroto was appointed CEO of inKUR on a part-time and voluntary basis, while Korintus continued daily operations. The same year, the inKUR office moved to Pontianak and occupied a small room on the third floor of the Puskhat office.

2019 also marked the founding of inKUR Mart, a minimarket designed as a learning laboratory for cooperative retail management. Korintus doubled as store manager. inKUR Mart ran for three years before closing due to lease expiry and losses.

2019Brussel
ICA

Diterima Menjadi Anggota International Co-operative Alliance

Berkat kegigihan Robby Tulus melobi International Co-operative Alliance (ICA) di Brussel, Belgia, inKUR berhasil diterima menjadi anggota ICA pada tahun 2019. Sejak saat itu inKUR terlibat dalam berbagai kegiatan ICA termasuk menghadiri RAT ICA.

Thanks to the persistence of Robby Tulus in lobbying the International Co-operative Alliance (ICA) in Brussels, Belgium, inKUR was accepted as a member of the ICA in 2019. Since then, inKUR has been involved in various ICA activities, including attending the ICA General Assembly.

2020— 2023
Pandemi

Pergantian Kepengurusan di Tengah COVID-19

Di tengah pandemi COVID-19, terjadi pergantian kepengurusan. Pak Dedeo menjabat sebagai ketua (2021 sampai 2023) melalui rapat anggota daring pada tahun 2020. Masa jabatan pengurus yang sebelumnya lima tahun diubah menjadi tiga tahun.

Amid the COVID-19 pandemic, leadership changed hands. Pak Dedeo served as chairman (2021 to 2023) through an online member meeting held in 2020. The previously five-year board term was shortened to three years.

2024— 2026
Era Mikael

Penguatan Struktur Organisasi

Pada masa kepemimpinan Mikael, struktur organisasi inKUR semakin diperkuat. Primus yang sebelumnya diangkat sebagai Deputi CEO pada 2023 diberi tanggung jawab lebih besar untuk membantu operasional. Dukungan credit union sebagai associate member memungkinkan program pendidikan tentang koperasi sektor riil (KSR) terus berjalan. Pada tahun yang sama Mindo diangkat sebagai staf inKUR.

Under Mikael's leadership, the inKUR organizational structure was further strengthened. Primus, appointed Deputy CEO in 2023, was given greater operational responsibility. Support from credit unions as associate members allowed real-sector cooperative (KSR) education programs to continue. In the same year, Mindo was appointed as inKUR staff.

2 Jan2026
Babak Baru

Paulus Ohio Diangkat Sebagai CEO inKUR

Suroto yang menjabat CEO sejak 2019 mengundurkan diri pada 19 November 2025. Hingga Desember 2025, posisi CEO kosong dan operasional sementara dipimpin oleh Mindo. Babak baru dimulai pada 2 Januari 2026 ketika Paulus Ohio diangkat sebagai CEO baru inKUR.

Suroto, who had served as CEO since 2019, resigned on 19 November 2025. Through December 2025, the CEO position was vacant and operations were temporarily led by Mindo. A new chapter began on 2 January 2026, when Paulus Ohio was appointed as the new CEO of inKUR.

Refleksi

Dari sebuah diskusi kecil tentang ketimpangan sosial di Cipanas, gerakan ini bertumbuh menjadi federasi koperasi sektor riil yang terus berupaya membangun kemandirian ekonomi rakyat Indonesia.

From a small discussion about social inequality in Cipanas, this movement has grown into a federation of real-sector cooperatives that keeps working to build the economic independence of the Indonesian people.

Lahir dari kegelisahan sosial, dibangun melalui kaderisasi, diperjuangkan lewat pendidikan, dan dipelihara dengan semangat gotong royong.

Sumber: Suroto dan Munaldus (Pontianak, 9 Mei 2026).
Narator: Munaldus, Ketua inKUR 2016 sampai 2020 dan Penasehat inKUR.

Sources: Suroto and Munaldus (Pontianak, 9 May 2026).
Narrator: Munaldus, Chairman of inKUR 2016 to 2020 and Advisor of inKUR.